Tak Terawat, Bendungan Cekdam Rejosari Kekurangan Pasokan Air
PALI, SS - Bendungan Cekdam Rejosari yang berada di Kelurahan Talang Ubi Utara dahulunya merupakan sumber air untuk air bersih di Kota Pendopo Talang ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Bangunan bendungan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk irigasi pengairan persawahan warga Rejosari yang merupakan bantuan PT Stanvac Indonesia, pengelola lahan perminyakan Talang Akar.
Pada masa kejayaan perminyakan di Bumi Serepat Serasan, kontribusi persawahan di Rejosari konon dapat memenuhi kebutuhan beras separuh Kota Pendopo Talang Ubi pada awal decade 70-an.
Massa keemasan Bendungan Cekdam Rejosari kini mulai memudar seiring perkembangan zaman. Semenjak dibangun awal tahun 70-an sampai saat ini belum ada bantuan pemeliharaan yang berarti dari Pemerintah Muara enim ataupun PALI.
"Saat ini persawahan pun terus berkurang karena pendangkalan dan kekurangan pasokan air,” ungkap Awi salah seorang petani yang telah mengelola Persawahan Cekdam Rejosari semenjak tahun tahun 1980an saat ditemui, Selasa (17/04/18).
Sawah peninggalan PT Stanvac Indonesia yang kelola warga Rejosari ini awalnya diperkirakan 200 hektar, namun karena debit air Bendungan Cekdam semakin menyusut , sehingga sawah-sawah berkurang dari tahun ke tahun.
“Air bendungan Cekdam hanya mampu mengairi lebih kurang 60 hektar,” ujar Awi.
Awi yang merupakan petani asal Jawa Tengah ini mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten PALI.
“Para petani disini tidak mampu memperbaiki Bedungan Cekdam yang mulai bocor di sana sini dan pendangkalan. Untuk itu saya berharap agar Pemkab PALI dapat memperbaikinya,” harapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lailayati warga sekitar yang mengatakan bahwa sangat mengharapkan bantuan dari Pemkab PALI agar membantu petani disini dengan memperbaiki bendungan ini.
“Sampaike yo samo Pak Bupati PALI, air kami la bekurang pak tolong kami. Bendungan Cekdam kami miris galo,” ucapnya.
Sementara itu, Kandar selaku tokoh masyarakat Talang Ubi kepada portal ini mengatakan, bahwa Bendungan Cekdam yang diperkirakan luasnya lebih kurang 100 hektar masih nampak tanggul-tanggul penahan air buatan PT Stanvac Indonesia yang masih tersisa. Namun bangunan-bangunan ini sudah termakan usia yang sangat lama, kalau dikelola maksimal diperkirakan bukan bualan belaka jika PALI menjadi lumbung padi seperti daerah lain, karena selain Rejosari masih ada Pengabuan serta Tanah Abang dan desa-desa kawasan aliran Sungai Lematang lainnya yang potensial menjadi lumbung padi kita. Kita masih menunggu aksi nyata dan terobosan Pemkab PALI.
“Bukan itu saja, Bendungan Cekdam Rejosari bisa menjadi alternative embung penampungan air hujan, PDAM untuk kebutuhan air bersih Kota Pendopo Talang Ubi seperti yang di lakukan PT Stanvac Indonesia dulu. Selanjutnya kita belajar seperti Kota Bekasi, Nunukan dan banyak kota-kota lain di Indonesia,” terangnya.(Rgn)
Post a Comment